Latest Program: Mitigasi tantangan 2026, Bank Mandiri fokus pada penetrasi ekosistem

Mitigasi tantangan 2026, Bank Mandiri fokus pada penetrasi ekosistem

Jakarta – Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Riduan menegaskan bahwa perusahaan akan memperluas pengaruh jaringan layanan Mandiri Group dalam tahun ini untuk menghadapi berbagai tantangan global serta domestik. Strategi ini melibatkan peningkatan partisipasi pelanggan dalam aktivitas dan transaksi, sekaligus percepatan transformasi layanan perbankan digital oleh Mandiri Group.

Perseroan memperkirakan beberapa ancaman pada 2026, termasuk ketidakpastian ekonomi internasional dan kondisi perekonomian dalam negeri yang dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun dinamika internal. Selain itu, perseroan juga memantau perubahan suku bunga dan kualitas kredit di sektor-sektor yang rentan terhadap perlambatan ekonomi.

“Di saat yang sama, kami juga menjaga kualitas pertumbuhan melalui penyaluran kredit yang selektif ke sektor-sektor yang berpotensi dan resilien, serta monitoring portofolio secara ketat dan stress testing berkala,” kata Riduan menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers daring di Jakarta, Selasa.

Dari perspektif global, Riduan menjelaskan bahwa konflik geopolitik masih bisa mengganggu rantai pasok dan menimbulkan fluktuasi harga komoditas serta pasar keuangan. Arah perubahan suku bunga ke depan tergantung pada perkembangan inflasi, stabilitas nilai tukar, serta dinamika ekonomi dunia yang terus berubah.

Sementara di dalam negeri, Riduan menyoroti potensi tekanan harga energi dan penurunan daya beli masyarakat. Faktor-faktor ini bisa memengaruhi risiko debitur Bank Mandiri, terutama mereka yang memiliki ketergantungan pada komoditas global.

Sejauh ini, perseroan berhasil menjaga kualitas aset dengan rasio non-performing loan (NPL) tetap di bawah 1 dan NPL coverage ratio mencapai 245 persen per Maret 2026. Di sisi lain, Bank Mandiri juga mempertahankan buffer modal yang kuat dengan capital adequacy ratio (CAR) di atas 19 persen untuk menghadapi berbagai skenario risiko.

Dalam menghadapi perubahan suku bunga, Riduan menyatakan bahwa fokus perusahaan bukan hanya pada prediksi arah bunga, tetapi lebih pada pengaturan struktur pendanaan, likuiditas, dan komposisi portofolio agar tetap fleksibel. Untuk itu, bank terus memperkuat dana murah atau current account saving account (CASA) melalui transaksi ritel dan penguatan ekosistem digital.

Upaya ini bertujuan meningkatkan pendapatan berbasis biaya (fee-based income) secara berkelanjutan serta memastikan profitabilitas yang stabil. Sementara itu, Riduan menegaskan bahwa perusahaan tetap berkomitmen mendukung pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperkuat ekonomi kerakyatan, serta mendorong agenda strategis pemerintah lainnya.

“Dengan fondamental yang kuat, Bank Mandiri optimis mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat peran sebagai agent of development dalam pembangunan perekonomian Indonesia,” ujar Riduan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *