BGN gandeng 3 K/L validasi data penyaluran MBG di daerah rawan pangan

BGN Kolaborasi dengan Tiga K/L untuk Memastikan Distribusi MBG di Wilayah Rentan Pangan

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) bekerja sama dengan tiga kementerian/lembaga (K/L) untuk memvalidasi data distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah yang mengalami keterbatasan akses pangan. Kolaborasi ini bertujuan memastikan program pangan bergizi dapat menjangkui kelompok rentan secara tepat. Tiga lembaga yang terlibat adalah Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, serta Kementerian Agama (Kemenag).

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, dalam konferensi pers di Jakarta pada hari Kamis, menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya mengoptimalkan MBG agar lebih berfokus pada anak-anak yang mengalami kekurangan gizi di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). “Kita memiliki data yang lebih stabil dibandingkan sebelumnya. Dari Kemenkes, diperoleh informasi bahwa ada 81 kabupaten/kota yang dianggap daerah rawan pangan,” ujarnya dalam

sebuah pernyataan.

Menurut Sony, data dari Kemenkes, Kemendukbangga, dan Kemenag membantu memetakan wilayah-wilayah yang membutuhkan prioritas. Dalam hal ini, daerah dengan populasi miskin dan angka stunting tinggi juga diperhitungkan. “Data ini digunakan agar distribusi MBG bisa disasar secara spesifik ke kelompok-kelompok ini. Total keseluruhan wilayah yang termasuk adalah 405,” tambahnya.

Koordinasi antara BGN dan tiga K/L tersebut melibatkan peningkatan kapasitas tim penyalur data di lapangan. Upaya ini bertujuan menyajikan informasi yang lebih akurat, sehingga program MBG bisa disalurkan secara efektif. Dengan adanya data yang lebih valid, Sony yakin distribusi makanan bergizi bisa lebih memenuhi kebutuhan warga yang rentan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *