Kirab Pusaka Nusantara kali pertama digelar di pelataran Borobudur
Kirab Pusaka Nusantara Kali Pertama Digelar di Pelataran Borobudur
Magelang, Jawa Tengah — Acara Kirab Pusaka Nusantara pertama kali diadakan di pelataran Candi Borobudur sebagai bagian dari perayaan Hari Warisan Budaya Dunia yang jatuh pada 18 April dan Hari Keris Nasional pada 19 April. Peristiwa ini dihadiri oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang mengungkapkan bahwa kegiatan ini menyatukan berbagai elemen dalam dunia budaya, mulai dari para budayawan, seniman, tokoh agama, hingga warga desa sekitar kawasan Borobudur.
Pelataran Borobudur sebagai Lokasi Khusus
Fadli Zon menjelaskan bahwa jalur kirab mencakup perjalanan keliling candi sebanyak satu kali sebelum menuju pelataran Kenari di sisi barat daya tempat tersebut. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan keikutsertaan burung dan dua bebek yang dilepas. Menurutnya, partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa Borobudur merupakan warisan budaya yang dimiliki bersama, tidak hanya oleh warga Indonesia tetapi juga seluruh dunia.
Kirab Pusaka Nusantara di Borobudur ini pun menjadi yang pertama kali diselenggarakan di kawasan tersebut dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat serta komunitas budaya,” ujarnya.
Acara ini diharapkan meningkatkan kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap budaya sebagai bagian dari menjaga identitas nasional. Selain itu, Fadli Zon menyebutkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan manfaat konkret bagi komunitas sekitar, sesuai dengan prinsip kemanfaatan dalam Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan.
Menurut Menteri Kebudayaan, selama ini kirab pusaka lebih dikenal di lingkungan keraton, seperti Solo dan Yogyakarta. Namun, pilihan Borobudur sebagai lokasi kirab dianggap tepat karena menjadi simbol kemajuan budaya dan peradaban masa lalu yang sangat ikonik. Warga desa turut berpartisipasi dengan menyajikan berbagai makanan tradisional, termasuk tumpeng lanang dan tumpeng wadon, serta memperlihatkan busana adat sebagai bentuk ekspresi kebudayaan Nusantara.