Important Visit: Material isolasi baterai 1300°C tingkatkan keamanan EV
Material Isolasi Baterai Tahan Suhu 1300°C Tingkatkan Keamanan EV
Peneliti dari Nanjing Tech University, Tiongkok, sedang mengembangkan bahan isolasi baterai lithium yang mampu menahan panas hingga 1.300 derajat Celsius. Inovasi ini bertujuan meningkatkan keselamatan kendaraan listrik (EV) dengan mengatasi risiko thermal runaway, yaitu lonjakan suhu ekstrem yang bisa memicu kebakaran. Laporan dari
Science and Technology Daily, yang dikutip Carnewschina pada Jumat (17/4), menyebutkan bahan ini berupa lembar isolasi berbasis aerogel silika.
Kinerja Material dalam Pengujian
Dalam uji coba, lembar isolasi dengan ketebalan 2,3 milimeter terbukti mampu menjaga suhu di sisi sebaliknya tetap di bawah 100 derajat Celsius meski terpapar panas 1.000 derajat Celsius selama lima menit. Selain itu, material ini diklaim tetap menjaga isolasi termal selama dua jam. Sebelumnya, aerogel hanya bisa tahan hingga sekitar 300 derajat Celsius, sementara suhu pembakaran sel baterai mencapai 650 hingga 1.000 derajat Celsius.
Solusi Struktur dan Sintesis
Tim peneliti meningkatkan ketahanan material melalui penguatan struktur nanopori serta penyesuaian katalis dalam proses pembuatan. Aerogel memiliki jaringan pori yang hampir 99 persen berisi udara, sehingga mengurangi konduksi panas. Untuk mengatasi sifat rapuh aerogel, material direkayasa agar memiliki tingkat kompresi elastis lebih dari 90 persen.
Perbaikan Proses Produksi
Sejak sisi produksi, peneliti mengoptimalkan proses pengeringan menggunakan karbon dioksida superkritis dan meningkatkan efisiensi melalui pemulihan pelarut. Etanol yang digunakan mencapai tingkat daur ulang lebih dari 99,5 persen, menekan biaya bahan baku hingga lebih dari setengahnya. Material ini telah diterapkan oleh perusahaan seperti CATL, BYD, Sungrow, dan Xiaomi dalam sistem baterai mereka.
Potensi Aplikasi Lain
Kemampuan material aerogel ini tidak hanya berguna untuk EV, tetapi juga berpotensi digunakan dalam sektor dirgantara serta industri yang membutuhkan suhu tinggi. Dengan peningkatan toleransi suhu hingga dua kali lipat, inovasi ini memberikan solusi baru dalam mengurangi bahaya kebakaran akibat thermal runaway.