New Policy: Kementan pacu tanam padi serentak di 38 daerah se-Jatim hadapi El Nino
Kementan pacu tanam padi serentak di 38 daerah se-Jatim hadapi El Nino
Dari Jakarta – Kementerian Pertanian mempercepat kegiatan penanaman padi secara serentak di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur sebagai strategi untuk menjaga ketersediaan pangan di tengah ancaman kemarau akibat fenomena El Nino. Yuris Tiyanto, Kepala BBPOPT dan Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan (SPB) Jawa Timur, menjelaskan bahwa percepatan ini bertujuan meningkatkan luas tambah tanam secara signifikan. “Ini dilakukan untuk memastikan pasokan pangan tetap stabil dan mendukung target swasembada pangan jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan Jumat lalu.
Gerakan tanam padi di Ngawi
Pelaksanaan gerakan penanaman padi serentak dipusatkan di Kabupaten Ngawi. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, melalui BBPOPT, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan ini. Tema yang diusung adalah “Sawah Bersholawat Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan”. Yuris menyampaikan bahwa target kenaikan luas tambah tanam (LTT) mencapai 3,4 persen dalam satu hari, dua kali lipat dari hari sebelumnya. “Ini bukan sekadar acara formal, tetapi aksi nyata yang berdampak langsung pada produksi,” tambahnya.
Strategi akselerasi produksi
Untuk mendukung upaya percepatan, Kementerian Pertanian memperkuat beberapa langkah, seperti percepatan pengolahan tanah, pengoptimalan sistem irigasi, dan peningkatan kerja sama antar sektor. Pemerintah daerah, TNI, penyuluh, serta para petani dijadwalkan berpartisipasi secara aktif. Sistem digital SIFORTUNA yang dikembangkan BBPOPT juga dimanfaatkan untuk memantau dan mengendalikan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). “Teknologi ini memungkinkan prediksi dini ancaman OPT, sehingga respons pengendalian bisa lebih cepat dan tepat,” imbuh Yuris.
Kontribusi Ngawi dan tantangan El Nino
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Denny Kurniawan, menekankan bahwa penanaman serentak harus diiringi panen serentak. “Kita menghadapi tantangan besar akibat El Nino, tetapi Jawa Timur selama enam tahun terakhir tetap menjadi provinsi dengan produksi terbesar secara nasional,” katanya. Di sisi lain, Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menyatakan bahwa sektor pertanian daerahnya terus menunjukkan peningkatan. Produksi padi tahun 2025 mencapai 772.571 ton gabah kering giling (GKG), yang meningkat dari tahun sebelumnya. “Ngawi menjadi salah satu daerah dengan produktivitas tinggi, bahkan menempati peringkat ketiga setelah Lamongan dan Bojonegoro,” ujarnya.
Swasembada pangan sebagai prioritas nasional
“Kita harus bergerak cepat, tepat, dan bersama. Swasembada pangan adalah kebutuhan bangsa yang tidak bisa ditunda,” tegas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Pelaksanaan kegiatan ini juga diharapkan mempertahankan tren positif sektor pertanian. Data menunjukkan bahwa luas tanam di periode Oktober 2025 hingga Maret 2026 naik 9,7 persen, sementara produksi beras meningkat lebih dari 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan pemanfaatan inovasi seperti Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB), modernisasi irigasi, dan teknologi pertanian, Jawa Timur berupaya menghadapi perubahan iklim, termasuk prediksi El Nino yang akan terjadi di pertengahan 2026.