Nelayan nilai pemberantasan ikan sapu-sapu di Ciliwung tidak mudah

Nelayan nilai pemberantasan ikan sapu-sapu di Ciliwung tidak mudah

Jakarta – Pemangkasan populasi ikan sapu-sapu di Sungai Ciliwung, kawasan Kalibata, Jakarta Selatan dinilai nelayan tidak bisa dilakukan secara sempurna karena kemampuan reproduksi mereka yang tinggi. “Memang bagus dihilangkan karena dianggap sebagai hama, tapi tidak mungkin habis semua,” ujar Ajum, seorang nelayan setempat, saat ditemui di tepi sungai, Kamis. Menurutnya, ikan sapu-sapu tetap berkembang biak meskipun terus ditangkap secara rutin.

“Satu ekor bisa sampai ribuan larva kalau menetas,” kata Ajum, yang menjelaskan bahwa proses reproduksi ikan tersebut sangat cepat.

Populasi ikan sapu-sapu terus bertahan karena kemampuan berkembang biak yang luar biasa. Dalam sekali bertelur, satu betina bisa menghasilkan ratusan hingga ribuan keturunan. Hal ini membuat upaya pengendalian terus-menerus tetap sulit. Ajum menyamakan situasi ini dengan pengendalian nyamuk, yang meski dibasmi, selalu kembali muncul.

Di sisi lain, ikan sapu-sapu tetap menjadi sumber penghasilan bagi sebagian warga sekitar. Hasil tangkapan mereka sering dijual ke pengepul dan diolah menjadi produk makanan seperti cilok, nugget, otak-otak, dan kerupuk. Meski dianggap sebagai hama, keberadaannya memiliki nilai ekonomi yang signifikan.

Pemerintah DKI Jakarta berencana melakukan pembersihan sungai dan saluran air, termasuk ikan sapu-sapu, pada Jumat (17/4). Ikan ini dianggap merusak infrastruktur seperti tanggul dan mengonsumsi ikan lain beserta telurnya. Kegiatan ini juga bertujuan memperbaiki kondisi aliran air, mengangkat lumpur, serta mempersiapkan daerah untuk musim hujan yang diprediksi terjadi pada September 2026.

Menurut Ajum, meski pembersihan penting untuk menjaga lingkungan perairan tetap bersih, pengelolaannya harus seimbang agar tidak mengganggu keberlanjutan ekonomi masyarakat. “Lingkungan harus tetap jernih, tapi ikan ini tetap bisa memberi manfaat,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *