Historic Moment: Burnley degradasi, Parker: Kami sudah memberikan segalanya
Burnley Turun Kelas, Parker: Kami Telah Berusaha Maksimal
Kami telah berusaha maksimal, tetapi hasilnya tetap menyedihkan. Scott Parker, pelatih Burnley, mengakui bahwa timnya gagal mempertahankan posisi di Liga Inggris setelah terdegradasi ke EFL Championship musim depan.
“Tim sudah memberikan segala sesuatu. Namun, kualitas mereka tidak cukup untuk bersaing di level ini,” ujar Parker, dikutip dari laman klub, Kamis.
Burnley dinyatakan turun setelah kalah 0-1 melawan Manchester City di Stadion Turf Moor, Kamis dini hari WIB. Gol tunggal Erling Haaland menjadi penentu kekalahan, memaksa Burnley mengakhiri musim di posisi ke-19 klasemen sementara dengan 20 poin dari 34 pertandingan.
Meski menyisakan empat laga, Burnley tidak mampu menyalip West Ham United yang berada di peringkat ke-17 dengan 33 poin dan hanya 33 pertandingan. Meski memenangkan semua laga tersisa, perbedaan kualitas tetap menghalangi peringkat mereka.
Parker Harap Evaluasi dan Perbaikan
Sebagai pelatih sejak 2024, Parker menegaskan pentingnya refleksi atas musim yang berat. “Kami harus belajar dari kesalahan dan memperbaiki diri,” katanya.
“Tirai itu sudah tertutup. Kami gagal dan merasa kecewa. Tantangan terus datang, dan kami tidak bisa mengatasinya,” tambah Parker.
Dubravka: Musim Berjalan Sulit
Kiper Burnley, Martin Dubravka, juga menyampaikan rasa kecewa terhadap performa tim. Ia menilai musim ini berjalan cukup sulit sejak awal.
“Kami berhadapan dengan tim-tim besar dan tidak berhasil meraih poin. Hampir bisa bertahan, tapi akhirnya tetap terdegradasi,” ujarnya.
Burnley sebagai tim promosi musim ini memulai perjalanan di Liga Inggris dengan empat kemenangan, delapan hasil imbang, dan 22 kekalahan. Total 34 gol yang mereka cetak serta 68 kali kebobolan membuat rata-rata kemasukan dua gol per pertandingan.