Key Strategy: Video: Gak Cuma Pembangkit, PGE Incar 3 Proyek Turunan Geothermal

PGE Fokus pada 3 Proyek Geothermal Turunan di Tahun 2026

Strategi Pengembangan dengan Target Pertumbuhan Output Listrik

Dalam tahun 2026, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menyusun anggaran investasi sebesar USD 209 juta. Dari total tersebut, sekitar USD 158 juta dialokasikan untuk pengembangan proyek strategis, sementara USD 51 juta digunakan memastikan kinerja operasional tetap stabil.

Direktur Keuangan PGEO, Yurizki Rio, menjelaskan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada produksi energi listrik, tetapi juga mengejar tiga sektor turunan geothermal. Tiga bidang ini diharapkan mendorong pendapatan dan meningkatkan daya tarik investasi di sektor panas bumi.

“Kami menargetkan pertumbuhan output listrik sebesar 3,15% pada 2026, dari 5.085 GWh menjadi 5.255 GWh. Proyek ini akan menghasilkan pendapatan USD 445–455 juta serta Ebitda USD 340–350 juta, didukung oleh permintaan yang meningkat dari PLN,” kata Yurizki Rio.

Secara spesifik, tiga proyek turunan geothermal yang menjadi prioritas PGEO meliputi Green Hydrogen, Green Amonia, dan Green Center. Selain itu, perusahaan juga menekankan keberlanjutan bisnis melalui pengembangan proyek strategis yang berdampak jangka panjang.

Bagaimana strategi bisnis PGEO untuk mencapai target tahun 2026? Simak wawancara lengkap dengan Yurizki Rio dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 16/04/2026).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *