Special Plan: Cakupan layanan air bersih Jakarta capai 81 persen

Cakupan Layanan Air Bersih Jakarta Capai 81 Persen

Jakarta – Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Jakarta melaporkan tingkat cakupan layanan air bersih di wilayah ibu kota mencapai 81,49 persen per 31 Maret 2026. Angka ini naik drastis sekitar 13,82 persen dibandingkan periode triwulan I tahun 2025, yang hanya sebesar 71,59 persen, kata Kepala BP BUMD DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat di Balai Kota, Jakarta, Jumat.

Kenaikan Jumlah Sambungan

Tingkat peningkatan juga terlihat pada jumlah koneksi air, yang hingga triwulan I-2026 mencapai 1.223.759 unit. Angka ini mengalami kenaikan 241.537 sambungan dibandingkan triwulan I-2025 yang tercatat sebanyak 982.222 sambungan.

Keringanan untuk Pelanggan MBR

“Pelanggan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) 2A1 dan 2A2 tetap mendapatkan pengurangan biaya melalui program Kartu Air Sehat. Totalnya ada 394.842 pelanggan yang memanfaatkan kebijakan ini, atau 32,2 persen dari seluruh pengguna layanan,” jelas Syaefuloh.

Perluasan Infrastruktur PAM

Panjang pipa air PAM hingga triwulan I-2026 mencapai 12.839.307 kilometer, naik 4.096 km dari akhir Desember 2025. Dalam kesempatan yang sama, Syaefuloh menyampaikan bahwa pemasangan pemurni air atau water purifier untuk fasilitas umum telah mencapai 601 unit, meningkat 80 unit sepanjang Januari-Maret 2026.

Target Peningkatan Layanan Air Limbah

Capaian lainnya terkait layanan pengolahan air limbah mencapai 27,78 persen. “Kami menargetkan pada akhir tahun 2030, tingkat cakupan layanan ini mencapai 51,36 persen, dengan terus dilakukan pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), salah satunya IPAL TB Simatupang,” tambah Syaefuloh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *