BWS jaga sumber daya air antisipasi kekeringan Kaltim

BWS jaga sumber daya air antisipasi kekeringan Kaltim

Samarinda – Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda sedang meningkatkan kesiapan menghadapi potensi kekeringan di wilayah Kalimantan Timur, khususnya saat musim kemarau panjang atau El Nino. Menurut Riz Anugerah, Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan BWS Kalimantan IV Samarinda, langkah ini mencakup berbagai inisiatif, mulai dari pelatihan petani hingga pengelolaan sistem irigasi secara intensif.

Strategi Pemantapan Sumber Air

Riz menjelaskan bahwa meskipun kemarau 2023 tergolong berat, prediksi kekeringan 2026 menunjukkan durasi yang lebih lama, sehingga perlu persiapan tambahan. Tim BWS saat ini fokus pada pemberdayaan para petani melalui Komisi Irigasi di tingkat kabupaten dan kota untuk mengatur strategi tanam dan panen yang lebih efisien.

“Kolaborasi lintas sektoral diperkuat dengan melibatkan BMKG, BPBD, serta instansi pertanian guna mempercepat penanganan bencana dan memastikan ketersediaan benih yang tahan terhadap kondisi minim air,” ujar Riz.

Pemanfaatan sumber air nonwaduk seperti sumur bor, embung, dan situ menjadi prioritas dalam mendistribusikan pasokan ke lahan pertanian rentan krisis. Teknologi informasi juga dimanfaatkan untuk memberikan prediksi kekeringan yang akurat, membantu petani mengambil keputusan optimal tentang waktu penanaman.

Dukungan Logistik dan Infrastruktur

BWS Kalimantan IV telah menyiagakan peralatan berat seperti ekskavator, mobil pompa, dan dump truck di berbagai titik strategis, termasuk Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, serta Kutai Kartanegara. Selain itu, pengelolaan bendungan besar, seperti Bendungan Sepaku Semoi, Lempake, Teritip, dan Manggar, terus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan air baku dan irigasi.

Untuk menjaga pasokan air hingga akhir tahun, BWS menyarankan PDAM menurunkan volume pengambilan menjadi 75 persen. Tindakan ini bertujuan mengantisipasi penurunan level air di Bendungan Lempake dan Manggar, yang terjadi selama kemarau 2023.

Penyediaan Sumber Air Alternatif

Sebanyak 44 titik sumur bor dengan kedalaman hingga 100 meter telah disiapkan di berbagai daerah, mulai dari Kutai Kartanegara hingga Balikpapan. Sumur-sumur ini dirancang untuk mengakses lapisan air artesis, menjaga ketersediaan pasokan air saat kondisi cuaca ekstrem.

Riz juga menekankan pentingnya menjaga kawasan hulu agar tidak beralih fungsi menjadi area industri atau perumahan. Langkah ini bertujuan memastikan kelangsungan pasokan air ke dalam bendungan, yang menjadi fondasi utama bagi pertanian dan kebutuhan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *