Special Plan: Teken kerja sama, Gubernur Koster targetkan PSEL beroperasi 2028
Teken Kerja Sama, Gubernur Koster Targetkan PSEL Beroperasi 2028
Denpasar, Gubernur Bali Wayan Koster menandatangani perjanjian kerja sama dengan pemerintah pusat di Jakarta terkait pembangunan infrastruktur Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek strategis ini diharapkan mampu mengubah limbah menjadi energi terbarukan, sekaligus mengurangi beban TPA Suwung dan meningkatkan keberlanjutan energi di Bali.
Kemitraan Dengan BUPP PSEL
Dalam keterangan resmi Pemprov Bali di Denpasar, Rabu, proses penandatanganan dilakukan bersama Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) PSEL. Hadir pula Bupati Badung Wayan Adi Arnawa dan Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara sebagai perwakilan dua wilayah yang akan memanfaatkan fasilitas tersebut.
Target Operasi Tahun 2028
Gubernur Koster mengharapkan infrastruktur ini dapat beroperasi pada 2028. Selama masa konstruksi, pengelolaan sampah akan diperketat mulai dari sumber, terutama terkait pemilahan sampah organik.
“Pemilahan sampah dari sumber akan diterapkan secara ketat di Bali agar pengelolaan sampah menjadi energi listrik bisa optimal,” ujar Gubernur Koster.
Kondisi Saat Ini
Kota Denpasar kini memiliki empat TPST, yaitu TPST Kertalangu, TPST Tahura I, TPST Tahura II, dan TPST Padangsambian. Selain itu, terdapat 23 TPS3R yang tersebar di wilayah Badung dan Denpasar.
Kemajuan Dalam Pengelolaan Limbah
Saat ini, TPA Suwung sudah memberi ruang keringanan bagi sampah organik, yang bisa masuk dua kali seminggu setelah pekan lalu diperbolehkan. Pada 31 Juli 2026, tempat tersebut akan ditutup kembali hanya untuk sampah anorganik dan residu berkualitas.
Sampah berkualitas tersebut nantinya akan dimanfaatkan menjadi energi listrik di PSEL. TPA Suwung sendiri berpotensi diubah menjadi ruang terbuka hijau atau taman kota.
“Bila infrastruktur ini mulai beroperasi, diharapkan volume sampah di TPA akan berkurang hingga 70–90 persen, dan pengelolaan sampah di Bali dilakukan secara moderen, ramah lingkungan, dan berkelanjutan sebagai sumber energi listrik,” tambahnya.