Dirut JFX ungkap alasan harga emas tak selalu naik saat konflik

Dirut JFX Terangkan Faktor Penyebab Harga Emas Tidak Selalu Naik Saat Konflik

Dalam wawancara media di Jakarta pada Rabu, Yazid Kanca Surya, presiden direktur PT Bursa Berjangka Jakarta (JFX), menjelaskan dinamika harga emas yang tidak selalu meningkat selama masa ketidakstabilan geopolitik. Meski emas dianggap sebagai aset pelindung, perubahan harga tergantung pada kondisi sektor energi.

Energi bagi beberapa negara dengan cadangan emas melimpah sering kali menjadi prioritas. Dengan kebutuhan likuiditas tinggi, mereka menjual emas di pasar untuk mendapatkan dana guna memenuhi pasokan energi.

Menurut Yazid, kondisi ini bisa menyebabkan pergerakan harga emas berlawanan dengan teori tradisional. Ketika konflik memburuk, tekanan likuiditas membuat harga emas turun, meski seharusnya naik sebagai aset aman.

Perubahan Pola Perdagangan Komoditas

JFX mencatat pergeseran perilaku pelaku pasar global. Sebelumnya, fokus utama adalah mencari harga komoditas terjangkau, namun kini prioritas bergeser ke kepastian pasokan. Untuk menyesuaikan, JFX memperkuat ekosistem perdagangan, termasuk pengembangan kontrak yang lebih fleksibel dan mudah diakses oleh investor ritel.

Dalam upaya menumbuhkan partisipasi, JFX juga memperluas koneksi ke pasar internasional serta menambah variasi produk untuk memenuhi kebutuhan lindung nilai. Dari inovasi, bursa ini sedang menyiapkan kontrak mikro dan nano untuk emas, perak, tembaga, serta energi.

Perdagangan Emas Digital dan Transparansi

JFX menggagas skema perdagangan emas digital yang menggabungkan teknologi transaksi dengan kepastian aset fisik. Tujuannya adalah menyeimbangkan aksesibilitas dan keamanan bagi investor. Selain itu, lembaga ini menekankan penguatan ekosistem transparan dan terawasi untuk melindungi semua pihak.

Kinerja Produk Unggulan JFX

Dari sisi volume perdagangan, beberapa produk JFX menunjukkan kontribusi signifikan. Di sektor komoditas fisik, JFX mendominasi pasar ekspor timah Indonesia dengan pangsa lebih dari 95 persen, nilai transaksi mencapai 1,7 miliar dolar AS pada 2025.

Pada bagian derivatif, kontrak olein (OLE01) berkontribusi 38,7 persen terhadap total volume Exchange Traded Derivatives (ETD) JFX, setara 615.028 lot. Sementara kontrak Loco Gold menguasai 85,2 persen transaksi over-the-counter (OTC).

Selain komoditas, JFX juga menyediakan produk berbasis efek global melalui skema PALN, mencakup saham dan ETF Amerika Serikat. Produk ini sebagai bagian dari strategi diversifikasi yang terus menunjukkan tren pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *